SOLO – Dalam upaya membentengi siswa dari dampak negatif media sosial, MTs Al Huda Gondangrejo menyelenggarakan kegiatan literasi digital luar ruang yang menarik dan edukatif. Sebanyak belasan perwakilan siswa kelas 8, didampingi oleh guru pembimbing, melaksanakan kegiatan nonton bareng film bertema Cyber Bullying di bioskop Pakuwon Mall, baru-baru ini.
Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan bagian dari program sekolah untuk memberikan pemahaman nyata kepada siswa mengenai bahaya perundungan di dunia maya serta pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi secara digital.
Belajar dari Layar Lebar
Pemilihan tema Cyber Bullying dianggap sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini yang hampir sebagian besar waktunya bersentuhan dengan gawai. Melalui narasi film, siswa diajak untuk melihat dampak psikologis yang mendalam bagi korban perundungan dan konsekuensi hukum yang bisa menjerat pelakunya.
"Kami ingin siswa belajar dengan cara yang menyenangkan namun pesannya sampai ke hati. Dengan melihat visualisasi dampak cyber bullying, kami berharap mereka memiliki rasa empati yang lebih tinggi saat berselancar di dunia maya," ujar salah satu guru pendamping.
Membangun Karakter Digital yang Positif
Setelah sesi menonton, para siswa tampak antusias berdiskusi mengenai pesan moral yang terkandung dalam film tersebut. Kegiatan ini menekankan beberapa poin penting bagi santri dan siswa MTs Al Huda, di antaranya:
-
Penyaringan Konten: Berpikir sebelum mengunggah atau berkomentar di media sosial.
-
Solidaritas Teman: Menjadi pembela, bukan penonton, ketika melihat teman mengalami perundungan.
-
Keamanan Digital: Melaporkan tindakan yang menjurus pada pelecehan atau perundungan kepada pihak yang berwenang (guru atau orang tua).
Suasana Penuh Kebersamaan
Dalam foto dokumentasi, tampak keceriaan para siswa kelas 8 yang kompak mengenakan seragam almamater hijau kebanggaan sekolah. Kehadiran mereka di area publik seperti Pakuwon Mall juga menjadi sarana untuk melatih kemandirian dan cara bersikap santun di tempat umum sebagai representasi siswa madrasah yang beradab.
Pihak MTs Al Huda Gondangrejo berharap, melalui pengalaman belajar kontekstual ini, lahir generasi santri yang cerdas digital (digital savvy) namun tetap memegang teguh nilai-nilai akhlakul karimah dalam setiap interaksinya.
Penulis: Tim Kesiswaan MTs Al Huda Gondangrejo Topik: Literasi Digital & Pendidikan Karakter
Yayasan Ma'arif